orang bilang bonceng perempuan itu gak boleh
tentu yang bukan muhrim makanya gak boleh…
sampe ada yang nanya? “dimana letak gak bolehnya?” mereka menjawabnya singkat ” karena Rasulpun belum pernah naik unta berduan dengan yang bukan muhrimnya”. saya kadang gak bisa paham begitu aja, kenapa jawabannya begitu tidak rasional? meski sampai saat ini saya berusaha untuk tidak membonceng perempuan yang bukan muhrim…
tidak rasional karena teman-taman saya terus mendesak saya untuk mebonceng teman saya juga. apalagi pas kita jalan bersama, nongkrong bersama, atau hanya sekedar makan bareng di tempat yang baru. kadang mereka sinis banget walaupun akhirnya ngerti juga karena itu memang sudah prinsip. merka bisa menghormati prinsip itu walau pun tetep nanya kenapa saya gak pernah mau boncengin mereka…
suatu waktu kondisnya terpepet bhakan bisa dibilang kepepet banget. pas kita kumpul bareng salah satu teman saya harus pulang dan hari sudah mulai sore, yang lain bilang ke saya ” kamukan searah dengan dia, kenpa gak abrenag aja?”. “dia bisa naik mobil umum koq” jawab saya singkat ” yang bener aja…ini kan udah sore…” kata temen2. saya diam sejenak terus mikir karena mereka ada benarnya juga. terjadi perang dalam diri apa yang harus saya lakukan?…hampir saja saya mengatakan iya sampai saya iangt ada beberapa lembar uang di saku celana saya dan denagn lugas saya katakan ” ini saya ongkosi buat naik ojek ato apapun lah ” semuanya geleng2 kepala…
jujur saya belum tahu alasan rasional saya berbuat itu, hanya saya pegang betul keyakinan bahwa tidak sebaiknya saya membonceng perempuan yang bukan muhrim. sampai sekarang saya terus mencari dan mencari hikmah dibalik semua itu…
ada webnya akhi konsultasi islam….
. kalau menurut saya,, yang lebih gak bolleh nya itu seorang perempuan bonceng seorang lalaki-laki .
. karena seorang perempuan gak baik bonceng seorang lalaki-laki apalagi kallo bukan mukhirnya ..
. itu mengakibat hal-hal yang gak penting akan terjadi.