Feeds:
Tulisan
Komentar

Aku Wanita Mujahidah Sejati…
Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang seorang peminang menghampiriku mengajak tuk berjihad..
Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad..
Aku selalu siap dengan semua syarat yang diajukannya..
cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah
Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah
Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah

Tak mungkin ku pilih dirimu..bila dunia lebih kau damba..
Terlupa kampung halaman, sanak saudara bahkan harta yang terpendam..
Hidup terasing apa adanya.. asalkan di akhirat bahagia..
Bila aku setuju dan kaupun tidak meragukanku..
Bulat tekadku untuk menemanimu..

Aku Wanita mujahidah pilihan..
Yang mengalir di nadiku darah lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang menghampiriku seorang peminang yang penuh ketawadhu`an..
Kelak bersamanya kuarungi bahtera lautan jihad..
Andai tak siap bisa kau pilih..
Agar kelak batin, jiwa dan ragamu tak terusik,
terbebani dengan segala kemanjaanku, kegundahanku, kegelisahanku..
terlebih keluh kesahku..
Sebab meninggalkan dakwah karena lebih mencintaimu..
dan menanggalkan pakaian taqwaku karena laranganmu…

Tak mungkin aku memilihmu…
bila yang fana lebih kau cinta..
Lupa akan kemilau dunia dan remangnya lampu kota..
lezatnya makanan dan lajunya makar durjana..
Meniti jalan panjang di medan jihad..
Yang ada hanya darah dan airmata tertumpah..
serta debu yang beterbangan,
keringat luka dan kesyahidan pun terulang..
Jika masih ada ragu tertancap dihatimu..
Teguhkan `azzam`ku tuk lupa akan dirimu..

Aku wanita dari bumi Jihad..
Dengan sekeranjang semangat berangkat ke padang jihad…
Persiapkan bekal diri menanti pendamping hati, pelepas lelah serta kejenuhan..
tepiskan semua mimpi yang tak berarti…
Adakah yang siap mendamaikan Hati ??????
Karena tak mungkin kulanjutkan perjalanan ini sendiri..
tanpa peneguh langkah kaki.. pendamping perjuangan..
Yang melepasku dengan selaksa do`a..
meraih syahid.. tujuan utama..
Robbi.. terdengar panggilanMu tuk meniti jalan ridhoMu..
Kuharapkan penolong dari hambaMu… menemani perjalanan ini..

Jika Ku Jatuh Cinta

Do’a Hamba PadaMu

Ya Allah…
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah… ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi

Tetapi ya Allah…
Seandainya telah Engkau takdirkan…
…Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku

Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya

Dan ya Allah yang tercinta…
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya….

Ya Allah ya Tuhanku…
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah…
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini

—————————————-
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
—————————————-

Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh


Universalitas Islam

Kesempurnaan adalah suatu keniscayaan, meskipun untuk mencapai kesempurnaan itu ditentukan oleh effort seseorang yang sedang berjuang menuju kesempurnaan tersebut. Islam adalah contoh konkrit yang sudah tidak bisa diragukan lagi mengenai kesempurnaannya, Islam memiliki konsep yang universal, holistic dan komprehensif. Keuniversalan tersebut dapat kiata lihat dari ajarannya, dalam Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya saja. Isalam berbicara pada tataran yang lebih riil yaitu bagaimana mengatur pola hubungan social di masyarakat bahkan bagaimana politik itu harus berjalan Islam membahasnya. Bandingkan dengan Sosialisme, Liberilisme, Kapitalisme atau bahkan Komunisme, semuanya hanya mengatur tentang bagaimana berurusan di bumi ini saja. Mengatur masalah ekonomi, social, politik dan kemanusian, paham-paham itu tidak pernah mengajrkan bagaimana cara kita berhubungan dengan Tuhan pencipta kita. Bandingkan pula dengan Kristen, Hindu, Budha, Konghuchu, Shinto atau bahkan Yahudi, semua agama itu hanya berbicara tentang bagaimana berhubungan dengan Tuhan saja tanpa berbicara permasalahan dunia yang kompleks serta bagaimana cara penyelesaian serta solusi dari kompleksitas tersebut.

Sudah terlalu banyak bukti yang dengan jelas membuktikan keunivesalan itu, bahkan ketika Islam berjaya lebih dari delapan abad tidak ada satu pun yang menandingi kejayaannya hingga saat ini. Islam unggul di seluruh bidang, ekonomi, politik, sosial, hukum, tata kemasyarakatan, budaya, pertahanan, teknologi mutakhir dan masih banyak lagi keunggulan yang lain yang luarbiasa hebatnya. Islam sebagai suatu ideologi tidak akan pernah amti dan sepi peminat selama umat islamnya sendiri berani dengan tegas memperlihatkan identitiasnya sebagai seorang Muslim. Kini tantangan terbesar yang harus dihadapi dan segera dipecahkan adalah pembuktian diri bahwa Islam itu Rahmatallil’alamin, jika bukan orang Islam lalu siapa lagi yang akan memperjuangkan semua itu? Sedangkan saat ini musuh-musuh Islam sedang berbondong-binding untuk enhancurkan Islam baik dari dalam dengan menghadirkan konflik dan juga dari luar dengan segala fitnahnya. Ketika Islam berjaya Islam memperlakukan secara adil seuruh masyarakat tanpa pernah memandang suku, ras bahkan agama, semua penduduk diayomi dengan baik sekalipun komunitas disitu adalah orang Nasrani. Islam memperlakukan denan baik dan ditunaikan hak-haknya dengan baik termasuk masalah kebebasan beragama, Islam mengakui akan pluralitas dan menolak denagn tegas pluralisme. Pluralitas adalah suatu keniscayaan dan merupakan fitrah dari Allah swt yang menciptakan alam semesta ini, fitrah adalah sesuatu yang naluriah yang apabila dipertentangkan maka akan hancurlah fitrah tersebut. Islam sangat memahami hal itu sehingga Islam tidak pernah mempertentankan pluraitas dalam beragama dan bermasyarkat.

Islam yang Moderat Bukan Islam yang Ekstrim

Tuduhan Barat kepada dunia islam tentang Islam itu agama penjahat yang ekstrim serta tidak berperikemanusiaan jelas mengada-ada serta memberikan indikasi bahwa Barat ingin mengahuncurkan Islam dengan cara dibusukan terlebih dahulu citra baik yang sudah melekat dalam islam. Ekstrim yang dimaksud oleh barat memiliki pengertian bahwa Islam adaah agama sekaligus ideologi orang Bar-bar dimana untuk mempertahankan dan mengebangkan semua itu harus dengan melakukan perang atau pedang, sehingga penduduk dunia dibuat percaya bahwa Islam tidak akan pernah mampu memberikan kedamaian di muka bumi ini. Padahal Allah swt sendiri telah menyebutkan dalam kitab Al-Quran bahwa sanya umat Islam dan ideologinya adalah termasuka kepada golongan yang Wasathon (pertengshsn/moderat). Idealnya hal ini dimengerti pula oleh seluruh manusia mengaku dirinya sebagai seorang Muslim atau yang memeluk agama Islam, menagapa hala tersebut dirasa perlu? Karena denagn mengenal karakter Islam yang sesungguhnya tentu akan berimbas pada bagaimana mereka perperilaku setiap hari.

Ekstrimisme ada pada abad pertengahan saat dimana Gereja dan atau kristen sedang berada pada masa kegelapan, saat itu lahirlah golonan ekstimis Kristen yang menuntut perubahan di ubuh Kristen sendiri. Jadi sebenarnya dalam budaya Islam tidak pernah mengenal apa yang dinamakan Kelompok Islam Ekstrimis apalagi Islam Fundamentalis sebagaimana sang dituduhkan dunia-dunia barat kepada kelompok-kelompok pergerakan Islam yang berkembang pesat seperti Al-Ikhwan Al-Muslimin di Mesir, HTI di Arab serta pergerakan lainnya yang tumbuh semakin besar dan pesat. Islam adlah agama yang universal karena hadir ditengah bangsa yang universal pula, sehingga tidak mungkin jika Islam itu ekstrimis sedangkan bangsa yang menganutnya saja banyak jenisnya, terbuktilah bahwa Islam adalah agama sekaligus ideologi yang Moderat yang tidak akan pernah mengancam dan jadi ancaman bagi pihak manapun.

Islam: Iman, Cinta dan Kasih Sayang

Islam turun ke bumi ini dengan tiga semangat utama tadi yaitu Iman, Cinta dan Kasih Sayang. Kekuatn terbesar akan keberadaan Islam yang Kaffah adalah kekutan keimanan pengikutnya, iman telah menjadikan bara apai yang menyala setiap saat saat yang akan mengobarkan semangat perubahn serta keikhlasan pengorbanan dan penghambaan kepada Allah swt. Cinta adlah yang membingkai Iman tadi, cainta adalah nurani yang dapat menghaluskan Iman menjadi lembut serta terkendali. Bara api yang mneyala dari kehebatan kekuatan iman jida tidak dikendalikan akan merusak segala sesuatunya, sehingga diperlukan bingkai yang dapat membuatnya semakin indah terasa dalam jiwa dialah cinta. Allah swt menciptakan manusia denagn peuh cinta sehingga menghadirkan manusia yang sempurna, Allah swt mencptakan alam raya ini denagn penuh cinta pula sihngga keteraturannya tidak pernah tersanggahkan sedikitpun. Sedangkan Kasih Sayang adalah wujud dari Cinta itu sendiri, ketika cinta hadir dal qolbu manusia maka aklaknya adalah berupa kasih sayang. Salang berkasih sayang denagn sesama makhluk bukan hanya menjadi perbuatan yang dicontihkan oleh Nabi Muhammad saw, akan tetapi perintah lamgsung dari Allah swt.

Berbagi Payung

Setelah gersang kering dan kerontang menghiasai keseharian bumi kita, kini basah dan lembab menggantikan dahaga tanah yang tersirami oleh air hujan. sudah beberapa hari ini bandung terus-terusan dianugaerahi hujan oleh Allah swt, sebagai pertanda bahwa ternyata Allah begitu sangat mencintai ummatNya sehingga di berikan hujan kepadanya. sayang hanya sebagian kecil saja dari manusia ini yang sadar akan karunia Allah berupa air hujan.

seperti biasa dalam kondisi dan cuaca apapun saya harus tetap berjuang, berjihad di medan perang kuliah dan dakwah, aktivitas di minggu-minggu ini begitu luar biasa padat. saya bahkan sampai tidak menyadari bahwa ternyata aktivitas perharinya itu rata-rata dari jam 4.30 s.d. 22.00, jadi kira-kira aktivitas dalam satu hari minggu-minggu ini 19,5 jam. itu pun belum ditambah dengan aktivitas setelah jam 22.00 yang beberapa hari ini belum tidur kalau belum jam 01.00 pagi. suatu ketika saat pulang kuliah hari menjelang maghrib hujan turun dengan derasnya, saya putuskan untuk mampir di warung-warung tenda makanan di Simpang Dago, setelah selesai makan saya putuskan untuk pulang karena hujan saya harus naik angkot kebetulan saat itu saya sedang tidak bawa payung. ternyata setiap orang berpikiran sama lama menunggu namun masih saja belum ada angkot yang bisa saya naiki, sambil tenang menunggu di depan saya (saya nunggu angkot di dalam tenda) pinggir jalan dago ada tiga orang perempuan yang sedang menunggu angkot dengan jurusan yang sama, dari 3 orang itu hanya ada 2 orang yang bawa payung yang kemungkinan mereka adalah juga mahasiswi sebuah perguruan tinggi ternama di bandung, sedangkan yang satunya lagi adalah seorang pelajar yang mungkin dia adalah pelajar sma. gadis remaja ini tidak bawa payung bisa kita bayang kan dengan seragam sma yang sangat mudah basah dia berdiri ditengah hujan yang cukup membuat kita malas keluar. gadis ini berdiri diantara 2 mahasiswi tadi, salah seorang mahasiswi ini mengenakan kerudung. dalam hati saya bertanya siapakah yang akan berbagi payung?? terus saya perhatikan tingkah mereka, remaja sma dihadapan saya sepertinya sudah mulai merasakan kedinginan karena sesekali tubuhnya bergetar menahan hawa dingin dan air hujan yang terus membasahi seragam smanya, saya sedikit berdialog dalam hati dengan mengatakan ” kayanya yang mau berbagi payung yang pakai kerudung deh, diakan pasti sholehah dan senang berbagi dengan orang lain apalagi yang namanya saling membantu pasti sudah jadi kebiasaan.” betulkah hal itu terjadi?

Subhanallah ternyata jawabannya beda sekali dengan yang ada di hati saya!!!!!dengan senyum yang ramah mahasiswi yang tidak berkerudung menawarkan diri untuk berbagi payung….sedangkan yang tadi saya kira akan berbagi payung justru menoleh pun tidak, dia begitu acuh terhadap saudaranya sendiri yang sedang basah kuyup. tidakkah dia berpikir jika yang ada dalam kondisi itu adalah dia!!andai saat itu saya ada kesempatan untuk minta maaf maka saya akan minta maaf kepada mahasiswi yang tadi yang tidak saya sangka mau berbagi payung…mulai saat itu saya menjadi semakin yakin bahwa keshalehan seseorang tidak bisa dilihat dari baju apa yang mereka kenakan. mulai saat itu saya jadi tidak mudah untuk menjustifikasi seseorang dilihat dari bajunya saja.

hujan masih akan terus turun sampai Allah berkehendak mendatangkan kemarau, kira-kira masih ada tidak yah orang yang tega membiarkan saudaranya kehujanan????

Malam itu

Sampai menjelang akhir Ramadahan saya masih biasa-biasa aja, gak punya anggapan apapun terhadap malam itu. Hanya suatu ketika di malam tanggal 29 dan puncakanya tanggal 4 Syawal pikiran ini jauh melayang teringat malam itu. Ya malam itu adalah malam tanggal 25 ramadhan!! ‘itikaf di habiburrahman menjadi keputusan aktivitas malam itu bersama dengan teman, sahabat sekaligus saudara tercinta. malam yang begitu sangat indah dan akan sangat rugi jika dilewatkan begitu saja, sebuah malam yang penuh kesyahduan syahdu akan cinta dan rindu kepadaNya. di sekitaran masjid penuh denagn orang-orang sholeh yang khusuk beribadah padaNya, banyak pasangan muda yang sedang berduaan di pojok beranda masjid sedang tilawah bareng bahkan ada yang sedang melakukan shloat malam berdua.

sebuah pemandangan yang begitu asing di amta saya namun terasa sejuk di qolbu ini, denagn sangat cermat hati dan pikiran ini menerawang mengingat-ingat kembali kejadian itu dimana hati ini pun merasakan karinduan agar bisa seperti mereka. ya!! hati dan jiwa ini merindukan pendamping yang bisa diajak ‘itikaf saat ramadhan, seorang pasangan yang begitu sholehah sehingga mata ini tak akan pernah menatap wajahnya selain cahaya iman yang terpancar, hati ini tak bisa merasa selain rasa kasih, sayang dan cinta yang syahdu sebagai luapan syukur untuk mendapat ridhoNya.

Hari ini hati ini pun tak bisa berhenti menerawang kesyahduan malam itu, sebuah malam yang kuat akan sebuah rasa yang menggelora dalam qobu sehingga mampu membuat mata ini menangis karena takut tak mendapat cintaNya. kini saya hanya bisa melantunkan doa padaNya semoga apa segala gundah yang terjadi di qolbu ini tergantikan oleh rasa cintaNya pada say seorang.

Rabb hanya engkaulah yang mengetahui apa yang ada dalam hati ini, jika engkau ridho padanya persatukan kami di waktu yang tepat agar mampu merentas jalan menuju syrgaMu!!!

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »