Kesempurnaan adalah suatu keniscayaan, meskipun untuk mencapai kesempurnaan itu ditentukan oleh effort seseorang yang sedang berjuang menuju kesempurnaan tersebut. Islam adalah contoh konkrit yang sudah tidak bisa diragukan lagi mengenai kesempurnaannya, Islam memiliki konsep yang universal, holistic dan komprehensif. Keuniversalan tersebut dapat kiata lihat dari ajarannya, dalam Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya saja. Isalam berbicara pada tataran yang lebih riil yaitu bagaimana mengatur pola hubungan social di masyarakat bahkan bagaimana politik itu harus berjalan Islam membahasnya. Bandingkan dengan Sosialisme, Liberilisme, Kapitalisme atau bahkan Komunisme, semuanya hanya mengatur tentang bagaimana berurusan di bumi ini saja. Mengatur masalah ekonomi, social, politik dan kemanusian, paham-paham itu tidak pernah mengajrkan bagaimana cara kita berhubungan dengan Tuhan pencipta kita. Bandingkan pula dengan Kristen, Hindu, Budha, Konghuchu, Shinto atau bahkan Yahudi, semua agama itu hanya berbicara tentang bagaimana berhubungan dengan Tuhan saja tanpa berbicara permasalahan dunia yang kompleks serta bagaimana cara penyelesaian serta solusi dari kompleksitas tersebut.
Sudah terlalu banyak bukti yang dengan jelas membuktikan keunivesalan itu, bahkan ketika Islam berjaya lebih dari delapan abad tidak ada satu pun yang menandingi kejayaannya hingga saat ini. Islam unggul di seluruh bidang, ekonomi, politik, sosial, hukum, tata kemasyarakatan, budaya, pertahanan, teknologi mutakhir dan masih banyak lagi keunggulan yang lain yang luarbiasa hebatnya. Islam sebagai suatu ideologi tidak akan pernah amti dan sepi peminat selama umat islamnya sendiri berani dengan tegas memperlihatkan identitiasnya sebagai seorang Muslim. Kini tantangan terbesar yang harus dihadapi dan segera dipecahkan adalah pembuktian diri bahwa Islam itu Rahmatallil’alamin, jika bukan orang Islam lalu siapa lagi yang akan memperjuangkan semua itu? Sedangkan saat ini musuh-musuh Islam sedang berbondong-binding untuk enhancurkan Islam baik dari dalam dengan menghadirkan konflik dan juga dari luar dengan segala fitnahnya. Ketika Islam berjaya Islam memperlakukan secara adil seuruh masyarakat tanpa pernah memandang suku, ras bahkan agama, semua penduduk diayomi dengan baik sekalipun komunitas disitu adalah orang Nasrani. Islam memperlakukan denan baik dan ditunaikan hak-haknya dengan baik termasuk masalah kebebasan beragama, Islam mengakui akan pluralitas dan menolak denagn tegas pluralisme. Pluralitas adalah suatu keniscayaan dan merupakan fitrah dari Allah swt yang menciptakan alam semesta ini, fitrah adalah sesuatu yang naluriah yang apabila dipertentangkan maka akan hancurlah fitrah tersebut. Islam sangat memahami hal itu sehingga Islam tidak pernah mempertentankan pluraitas dalam beragama dan bermasyarkat.
Islam yang Moderat Bukan Islam yang Ekstrim
Tuduhan Barat kepada dunia islam tentang Islam itu agama penjahat yang ekstrim serta tidak berperikemanusiaan jelas mengada-ada serta memberikan indikasi bahwa Barat ingin mengahuncurkan Islam dengan cara dibusukan terlebih dahulu citra baik yang sudah melekat dalam islam. Ekstrim yang dimaksud oleh barat memiliki pengertian bahwa Islam adaah agama sekaligus ideologi orang Bar-bar dimana untuk mempertahankan dan mengebangkan semua itu harus dengan melakukan perang atau pedang, sehingga penduduk dunia dibuat percaya bahwa Islam tidak akan pernah mampu memberikan kedamaian di muka bumi ini. Padahal Allah swt sendiri telah menyebutkan dalam kitab Al-Quran bahwa sanya umat Islam dan ideologinya adalah termasuka kepada golongan yang Wasathon (pertengshsn/moderat). Idealnya hal ini dimengerti pula oleh seluruh manusia mengaku dirinya sebagai seorang Muslim atau yang memeluk agama Islam, menagapa hala tersebut dirasa perlu? Karena denagn mengenal karakter Islam yang sesungguhnya tentu akan berimbas pada bagaimana mereka perperilaku setiap hari.
Ekstrimisme ada pada abad pertengahan saat dimana Gereja dan atau kristen sedang berada pada masa kegelapan, saat itu lahirlah golonan ekstimis Kristen yang menuntut perubahan di ubuh Kristen sendiri. Jadi sebenarnya dalam budaya Islam tidak pernah mengenal apa yang dinamakan Kelompok Islam Ekstrimis apalagi Islam Fundamentalis sebagaimana sang dituduhkan dunia-dunia barat kepada kelompok-kelompok pergerakan Islam yang berkembang pesat seperti Al-Ikhwan Al-Muslimin di Mesir, HTI di Arab serta pergerakan lainnya yang tumbuh semakin besar dan pesat. Islam adlah agama yang universal karena hadir ditengah bangsa yang universal pula, sehingga tidak mungkin jika Islam itu ekstrimis sedangkan bangsa yang menganutnya saja banyak jenisnya, terbuktilah bahwa Islam adalah agama sekaligus ideologi yang Moderat yang tidak akan pernah mengancam dan jadi ancaman bagi pihak manapun.
Islam: Iman, Cinta dan Kasih Sayang
Islam turun ke bumi ini dengan tiga semangat utama tadi yaitu Iman, Cinta dan Kasih Sayang. Kekuatn terbesar akan keberadaan Islam yang Kaffah adalah kekutan keimanan pengikutnya, iman telah menjadikan bara apai yang menyala setiap saat saat yang akan mengobarkan semangat perubahn serta keikhlasan pengorbanan dan penghambaan kepada Allah swt. Cinta adlah yang membingkai Iman tadi, cainta adalah nurani yang dapat menghaluskan Iman menjadi lembut serta terkendali. Bara api yang mneyala dari kehebatan kekuatan iman jida tidak dikendalikan akan merusak segala sesuatunya, sehingga diperlukan bingkai yang dapat membuatnya semakin indah terasa dalam jiwa dialah cinta. Allah swt menciptakan manusia denagn peuh cinta sehingga menghadirkan manusia yang sempurna, Allah swt mencptakan alam raya ini denagn penuh cinta pula sihngga keteraturannya tidak pernah tersanggahkan sedikitpun. Sedangkan Kasih Sayang adalah wujud dari Cinta itu sendiri, ketika cinta hadir dal qolbu manusia maka aklaknya adalah berupa kasih sayang. Salang berkasih sayang denagn sesama makhluk bukan hanya menjadi perbuatan yang dicontihkan oleh Nabi Muhammad saw, akan tetapi perintah lamgsung dari Allah swt.